Trip Sumut
Beranda Kuliner Sate Kerang Medan Rasa Rendang, Oleh Oleh Unik yang Sudah Eksis Lebih dari 10 Tahun

Sate Kerang Medan Rasa Rendang, Oleh Oleh Unik yang Sudah Eksis Lebih dari 10 Tahun

Sate Kerang Medan (Foto: Generated By Gemini Ai)

Trip Sumut Kalau kamu sedang mencari oleh-oleh yang berbeda dari makanan khas Sumatera Utara pada umumnya, sate kerang bisa menjadi salah satu pilihan menarik. Kudapan berbahan dasar hasil laut ini punya cita rasa gurih, manis, dan rempah yang cukup kuat, sehingga cocok disantap sebagai camilan maupun pendamping berbagai makanan.

Medan memang dikenal sebagai salah satu kota dengan kekayaan kuliner yang beragam. Selain hidangan seperti bika ambon, bolu, dan aneka makanan berbumbu khas Melayu, kamu juga bisa menemukan sate kerang yang telah lama menjadi bagian dari pilihan kuliner masyarakat setempat.

Menariknya, kerang yang digunakan untuk sajian tersebut berasal dari Tanjung Balai, salah satu wilayah di Sumatera Utara yang memang lekat dengan hasil laut dan bahkan dikenal dengan julukan Kota Kerang.

Sate Kerang Bukan Sate Biasa

Kalau mendengar kata sate, mungkin yang langsung terbayang di pikiran kamu adalah potongan daging yang dibakar di atas bara api kemudian disiram saus kacang atau kuah khas daerah tertentu.

Sate kerang punya cara penyajian yang berbeda. Daging kerang terlebih dahulu diolah menggunakan bumbu, kemudian ditusukkan pada lidi hingga menyerupai sate.

Makanan ini umumnya tidak berdiri sebagai hidangan utama. Kamu bisa menikmatinya sebagai camilan atau menjadikannya pelengkap ketika menyantap mi ayam, mi sop, bakso, lontong, hingga nasi.

Karakter tersebut membuat sate kerang cukup fleksibel. Kamu tidak harus menunggu waktu makan utama untuk menikmatinya karena beberapa tusuk saja sudah bisa menjadi teman ngemil.

Meski sering disebut sebagai kuliner khas Medan, sate kerang sebenarnya tidak hanya ditemukan di kota tersebut. Olahan serupa juga dapat dijumpai di sejumlah daerah lain. Namun, penggunaan kerang dari kawasan Tanjung Balai dan keberadaannya sebagai buah tangan membuat sajian ini memiliki tempat tersendiri dalam kuliner Medan.

Sudah Menjadi Oleh-Oleh Sejak 2011

Salah satu produk yang dikenal sebagai Sate Kerang Medan telah menjadikan makanan tersebut sebagai menu khas sekaligus oleh-oleh sejak 2011.

Artinya, produk ini sudah bertahan lebih dari satu dekade dalam industri kuliner. Dalam perjalanannya, sate kerang tidak hanya dijual untuk pelanggan yang ingin makan langsung, tetapi juga menyasar wisatawan yang ingin membawa makanan khas Medan pulang ke daerah asal.

Sate Kerang Medan berlokasi di Jalan Sei Petani No. 28/34, Medan. Outlet tersebut disebut melayani pelanggan mulai pukul 11.00 hingga 21.00 WIB. Untuk kebutuhan oleh-oleh, pesanan tertentu dapat disiapkan lebih awal.

Selain itu, sate kerang juga dapat ditemukan sebagai menu pendamping di outlet Mi Ayam Jamur Spesial Haji Mahmud di Jalan Abdullah Lubis, Medan.

Menggunakan Kerang dari Tanjung Balai

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pembuatan sate kerang adalah bahan bakunya. Kerang yang digunakan berasal dari Tanjung Balai.

Pemilihan bahan baku tersebut bukan tanpa alasan. Tanjung Balai memang memiliki hubungan erat dengan hasil perikanan dan komoditas kerang. Bahan yang diperoleh kemudian melalui proses penyortiran untuk memastikan kerang yang digunakan memiliki kualitas yang sesuai.

Proses penanganan bahan makanan juga menjadi bagian penting karena produk berbahan hasil laut membutuhkan pengolahan dan penyimpanan yang tepat.

Setelah kerang siap, bumbu kemudian menjadi elemen yang menentukan karakter rasanya.

Mengusung Rasa Rendang

Berbeda dari olahan kerang yang hanya mengandalkan rasa gurih atau pedas, Sate Kerang Medan menawarkan varian rasa rendang.

Bumbu rendang memberikan karakter rasa yang kaya karena menggunakan perpaduan rempah. Rasa gurih dan manis berpadu dengan aroma bumbu yang kuat, membuat sate kerang terasa lebih berbumbu ketika disantap.

Konsep tersebut juga membuat sate kerang mudah dipadukan dengan makanan lain. Kamu bisa memakannya langsung sebagai camilan, tetapi bisa juga menambahkannya ke seporsi mi atau lontong untuk mendapatkan rasa yang lebih kompleks.

Pandemi Sempat Memengaruhi Pasar Oleh-Oleh

Perjalanan bisnis sate kerang juga tidak terlepas dari tantangan pandemi COVID-19. Ketika aktivitas pariwisata dan perjalanan masyarakat mengalami pembatasan, penjualan yang menyasar wisatawan sebagai pembeli oleh-oleh ikut terdampak.

Namun, penjualan di outlet tetap disebut berada dalam kondisi relatif stabil. Pada periode tersebut, produk sate kerang bahkan dapat terjual sekitar 8.000 tusuk per bulan.

Salah satu kendala terbesar untuk pasar oleh-oleh adalah daya tahan produk. Sate kerang dalam bentuk biasa hanya dapat bertahan sekitar 24 jam.

Kondisi tersebut membuat pengembangan produk menjadi penting, terutama untuk menjangkau konsumen yang tinggal jauh dari Medan.

Dikembangkan dalam Kemasan Kaleng

Untuk mengatasi persoalan daya simpan, produsen kemudian mengembangkan inovasi berupa kerang dalam kemasan kaleng.

Konsep ini membuat produk lebih memungkinkan untuk dipasarkan sebagai oleh-oleh dalam jangkauan yang lebih luas. Kamu tidak harus sedang berlibur ke Medan untuk mencicipinya karena produk dengan kemasan yang lebih awet dapat dikirim ke berbagai wilayah.

Pengembangan produk tersebut juga menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa terus beradaptasi mengikuti kebutuhan konsumen.

Jika sebelumnya wisatawan harus segera membawa pulang sate kerang dan menyantapnya dalam waktu singkat, kemasan baru memberikan pilihan yang lebih praktis.

Cocok untuk Kamu yang Ingin Membawa Buah Tangan Berbeda

Sate kerang bisa menjadi alternatif kalau kamu bosan dengan pilihan oleh-oleh yang itu-itu saja. Bentuknya sederhana, tetapi cita rasa bumbunya cukup kuat dan memiliki keterkaitan dengan kekayaan hasil laut Sumatera Utara.

Kamu juga bisa menikmatinya dengan berbagai cara. Dimakan langsung sebagai camilan bisa, dijadikan teman makan mi juga cocok, atau disandingkan dengan nasi dan lontong.

Hal menarik lainnya adalah perjalanan sate kerang sebagai oleh-oleh telah berlangsung cukup panjang. Dari produk yang awalnya mengandalkan penjualan langsung, kini berkembang dengan memanfaatkan kemasan dan penjualan online.

Jadi, kalau suatu saat kamu berkunjung ke Medan dan ingin membawa pulang buah tangan yang punya karakter berbeda, sate kerang dengan bumbu rendang layak masuk daftar kuliner yang bisa kamu pertimbangkan.

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RajaBackLink.com

Iklan