SURABAYA – Pengalaman di bidang konsultasi bisnis dan riset pasar tidak hanya dapat dibangun setelah lulus kuliah. Reza Nafi Rizqi Musyaffa, yang akrab disapa Afa, merupakan mahasiswa S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR), yang telah mengeksplorasi bidang tersebut melalui pengalaman magang dan keterlibatan dalam berbagai proyek profesional.
Salah satu pengalamannya adalah keterlibatan dalam proyek riset terkait ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) yang mencakup tiga negara, yaitu Filipina, Laos, dan Timor-Leste. Selain itu, Afa memperoleh tawaran sebagai freelance consultant di Atheneum, perusahaan berbasis di Berlin, Jerman, serta pernah terlibat dalam proyek riset dengan topik Zoho, pasar kendaraan listrik (electric vehicle atau EV), dan berbagai persoalan bisnis lainnya.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan Afa dalam membangun kompetensi di bidang consulting, khususnya riset pasar, analisis bisnis, dan pengolahan informasi untuk mendukung kebutuhan proyek. Di tengah aktivitas akademiknya, ia terus mengeksplorasi penerapan ilmu Manajemen dalam konteks profesional dengan cakupan industri dan pasar yang beragam.
Terlibat dalam Proyek Riset ASEAN-BAC di Tiga Negara
Salah satu pengalaman profesional Afa adalah keterlibatannya dalam proyek riset terkait ASEAN-BAC dengan cakupan Filipina, Laos, dan Timor-Leste. Riset lintas negara membutuhkan pemahaman terhadap perbedaan kondisi pasar, lingkungan bisnis, serta karakteristik ekonomi di setiap wilayah.
Dalam pekerjaan konsultasi, analisis tidak cukup hanya mengumpulkan informasi. Peneliti perlu memahami pertanyaan yang hendak dijawab, mengidentifikasi sumber yang relevan, dan menyusun temuan secara sistematis sesuai kebutuhan proyek.
Pengalaman menangani riset dengan cakupan tiga negara menjadi bagian dari proses Afa dalam memahami analisis bisnis dari perspektif regional. Pengalaman tersebut juga relevan dengan kebutuhan konsultan untuk menyesuaikan pendekatan riset berdasarkan karakteristik pasar dan konteks permasalahan.
Mendapat Tawaran sebagai Freelance Consultant di Atheneum
Selain proyek terkait ASEAN-BAC, Afa juga memperoleh tawaran untuk menjadi freelance consultant di Atheneum, perusahaan berbasis di Berlin, Jerman, yang bergerak dalam layanan jaringan pakar untuk mendukung kebutuhan riset dan pengambilan keputusan bisnis.
Peluang tersebut menjadi bagian dari perjalanan Afa dalam mengeksplorasi pekerjaan konsultasi dengan perspektif internasional. Dalam industri ini, kemampuan memahami persoalan klien, menemukan informasi yang relevan, dan mengidentifikasi wawasan yang dibutuhkan merupakan aspek penting.
Tawaran sebagai konsultan freelance perlu dibedakan dari status pegawai tetap maupun proyek yang telah diselesaikan. Meski demikian, peluang tersebut menjadi salah satu bagian dari pengembangan karier profesional Afa di bidang konsultasi dan riset.
Mengeksplorasi Proyek Teknologi dan Pasar Kendaraan Listrik
Pengalaman Afa juga mencakup proyek yang berkaitan dengan Zoho dan industri kendaraan listrik. Kedua bidang ini memiliki karakteristik pasar yang berbeda sehingga membutuhkan pendekatan analisis yang disesuaikan.
Riset terkait Zoho dapat bersinggungan dengan ekosistem perangkat lunak bisnis dan kebutuhan organisasi terhadap solusi digital. Sementara itu, industri EV melibatkan dinamika teknologi, persaingan pasar, perilaku konsumen, serta perkembangan ekosistem kendaraan listrik.
Keterlibatan dalam berbagai topik tersebut memberikan kesempatan untuk mengenal persoalan bisnis lintas industri. Dalam consulting, kemampuan mempelajari bidang baru dan memahami konteks permasalahan menjadi penting karena kebutuhan setiap proyek dapat berbeda.
Menghubungkan Ilmu Manajemen dengan Praktik Consulting
Sebagai mahasiswa Manajemen UNAIR, Afa mempelajari konsep yang berkaitan dengan strategi, pemasaran, organisasi, dan lingkungan bisnis. Pengalaman riset memberikan konteks praktis untuk memahami bagaimana informasi dan analisis dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
Afa juga memiliki pengalaman sebagai Qualitative Research Intern di Pinnacle Analytics Indonesia. Pengalaman tersebut melengkapi perjalanannya dalam mengeksplorasi riset kualitatif, analisis pasar, dan pekerjaan yang membutuhkan pemahaman terhadap konteks bisnis.
Dalam pekerjaan konsultasi, kemampuan mengolah informasi perlu disertai ketelitian, pemikiran kritis, dan komunikasi yang terstruktur. Hasil analisis harus dapat menjelaskan temuan secara logis serta relevan dengan pertanyaan yang ingin dijawab.
Membangun Pengalaman Profesional Sejak Kuliah
Di luar pengalaman consulting, Afa merupakan founder MabaPath, startup pendidikan yang berfokus pada pengembangan mahasiswa, serta founder dan presiden pertama 180 Degrees Consulting UNAIR. Ia juga pernah menjabat sebagai Market Research Manager di AIESEC in Surabaya.
Afa tercatat sebagai penerima Beasiswa Unggulan 2024, Mahasiswa Berprestasi I FEB UNAIR 2024, dan Student of the Year FEB UNAIR 2025. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan akademik dan profesionalnya selama menempuh pendidikan tinggi.
Melalui pengalaman magang dan keterlibatan dalam proyek riset, Afa terus membangun pemahaman mengenai industri konsultasi dan kebutuhan analisis bisnis. Perjalanan tersebut menunjukkan salah satu cara mahasiswa dapat mengeksplorasi karier profesional sebelum menyelesaikan pendidikan sarjana, sembari terus mengembangkan kompetensi yang relevan dengan bidang yang diminati.